Jumat, 02 Maret 2012

I DONT MEAN TO HURT YOU



“Hari ini tepat tanggal 9 April hari dimana mama ulangtahun yang 35 tahun.
Selamat ulangtahun mama……..
Semoga mama disurga selalu bahagia bersama para syuhada.
Aku disini selalu mendoakanmu ma…”

Pikiran Septi melayang…..
“Mama…..
Aku hanya ingin tahu arti sebuah cinta, benarkah cinta itu ada ??
Aaaah, Tidak ! tidak ada yang namanya cinta, jika cinta ada keberadaannya mengapa mama harus meninggalkan aku sendiri disini.”
Sejenak septi termenung dalam kesendiriannya.

Aku ingat ketika aku kecil dulu, mama mengajariku merangkak, sampai akhirnya aku bisa berjalan. Betapa bahagianya mama, ketika aku memanggil kata ma..ma ! ya, kata itulah yang membuat mama meneteskan air matanya. Lalu mama berkata “iyaaaaaa, sayaaang, mama disini”
Ma… jika mama benar-benar sayang padaku, mengapa mama harus pergi meninggalkan aku ???? kini aku sudah menginjak pintu kedewasaan maa…?? Apakah mama tidak ingin mendengar cerita kedewasaanku…???
Septi terpejam. hening, damai, setetes air mata menjatuhi pipinya. Ia menangis....
“aku ingin bertemu denganmu mah, aku ingin memelukmu, aku sungguh merindukanmu, merindukan nasihat-nasihatmu, merindukan dekapan halus belaianmu, merindukan semuanya darimu mama…”
Tangis septi semakin menjadi-jadi . nafasnya tersenggal-senggal. Astagfirullahhaladzim, maafkan aku Tuhan…. Maafkan aku…. Aku hanya makhluk biasa, yang tak bisa mengelak dari semua takdir skenario hidupMu. Maafkan aku wahai Allah yang mempunyai kekuasaan. Lalu perlahan-lahan septi membuka matanya.

                                                            ****
Siang itu septi harus chekup kesehatannya. Memang akhir-akhir ini dia merasakan ada yang berbeda didalam tubuhnya.
Suasana hening diantrian Rumah sakit………..
“Septi Aurora Dermawan” dokter memanggilnya dengan lantang. Lalu Septi masuk  ke sebuah ruangan setelah diperiksa dokter mempersilahkannya duduk.
“Silahkan duduk Septi” bujuk dokter
“Terima kasih dokter” kata Septi
“Hmmm.. Septi apa keluhanmu, coba ceritakan ??”
 “Udah tau sakit, malah tanya-tanya lagi” Septi terperangah, gerutunya dalam hati. Lalu ia menjawab “Dokter, akhir-akhir ini keadaanku kurang membaik. Jika aku melakukan aktifitas badanku lemas, terlebih-lebih kepalaku seperti mau pecah,  Aku tak tau dokter, penyakit apa yang ada di tubuhku ini. Jika tiba-tiba rasa sakitku kambuh, aku tak tau lagi dokter sepertinya aku ingin mati saja” kata septi putus asa.
“Septi… kamu harus kuat, saya yakin kamu pasti tegar, kamu anak baik nak !! saya tau sakitnya dibadan kamu itu sulit untuk kamu tahan apalagi didalam usiamu yang masih muda. Hmmm Sebaiknya kamu segera dioperasi” kata dokter perlahan bicara
Mimpi apa septi semalam. Sepertinya ia bagaikan disambar petir diiringi panas membakar tubuhnya.
“dokter… katakan padaku dok, sebenarnya penyakit apa yang aku derita ? “septi terisak-isak
“sulit rasanya untuk aku ucapakan, tapi ini sudah kewajiban saya. sebenarnya penyakit yang ada ditubuhmu itu adalah kanker otak. Sel-sel dan jaringan otakmu kini mulai merendah, sekarang kau harus ambil keputusan , hanya operasilah jalan keluarnya.” Ujar dokter meyakinkan
“tapi dokter, apakah ada jalan terakhir selain operasi ?? “tanya septi
“Ada, yaitu kemotherapi, tapi terapi ini sangat kecil kemungkinannya. Karena penyakitmu sudah mulai pada  titik-titik medium akhir.” Dokter menjelaskan
“Medium akhir ??? berarti hidupku sudah tidak akan lama lagi dok..?? “Septi terisak kembali
“Hanya Tuhan yang maha mengetahui, berdoa dan tetap semangat nak !! dokter optimis
Septi terperangah, dosa apa yang ia perbuat hingga akhirnya dokter memvonis dia menderita penyakit kanker otak…
“mama………….seandainya, mama masih hidup mama pasti menyemangatiku untuk situasi seperti ini, mama aku tak sanggup lagi untuk hidup. Aku ingin menyusul mama saja disurga” kata septi dalam hati

                                                             ****
Malam itu diruang tamu Septi menghampiri papa. Memang setelah kepergian mama 5 tahun yang lalu papa mampu menghibur kesendirian septi, papa menjadi figur yang menjadi dua karakter, seolah-olah mama ada selalu bersama mereka.
“paa..paa…” septi terisak manja
“iyaa sayang ada apa ? kenapa kamu menangis ?? tanya papa
“aku ingin bertanya sesuatu padamu” ujar septi
“katakan saja sayang, papa siap mendengarkan apa saja yang akan kamu katakan   nak. “ papa menuturkan
“papa… jika papa menderita suatu penyakit, yang penyakitnya sudah mencapai medium akhir, apakah papa akan tetap semangat menjalani hari-hari hidup papa?? “ tanya septi
“sayaang, kamu ko bertanya seperti itu…?? Semua yang ada didunia ini pasti mendapatkan cobaan, mereka tidak akan selamanya berada dalam garis yang sejajar dengan kebahagian, dan yang pasti semua mahluk Tuhan itu pasti akan kembali pada yang menciptakannya” ucap papa bijak
“aaaaah papa !!! aku tenang saat ada disampingmu “ manja septi
“sini sayang peluk papa” pinta papa
Mereka pun larut dalam kehangatan, tidak ada rasa curiga yang terbesit dalam pikiran papa. Karena tidak ada perkiraan bahwa septi menderita penyakit yang dapat merenggut nyawanya itu.
“sudah nak, sana tidur..sudah larut malam” ajak papa
“okeeee okeeee papa” tegas septi
Dalam kejauhan, septi memandang sosok papa yang amat bijaksana..
 “aaaaaaaah andai papa tau apa yang ada dibenakku saat ini, aku takut penyakitku ini perlahan-lahan merenggut kebahagiaan kita paa…” keluh septi dalam hati

                                                            ****
Pagi sekali septi berangkat ke kantor. Sekitar jam 10.00 pagi septi pun pergi berangkat kuliah. Septi kuliah disalah satu Universitas Negeri di Jakarta. Mobil yang dikendarai septi meliuk bebas melintasi jalan-jalan jakarta. Ia memang sudah mahir mengendarai mobilnya sendiri karena beberapa bulan lalu ia sudah menerima SIM dan STNK atas namanya. Mobil itu pemberian dari papany saat ia menginjak umur 17 tahun.
Sesampainya di kampus ia langsung menuju kelasnya, septi terkenal oleh teman-temannya adalah gadis baik, lugu, pendiam dan smart. 3 jam mata kuliah telah selesai. Septi langsung ketaman belakang kampus, karena ditaman itulah septi selalu menghabiskan waktu senggangnya sebelum ada mata kuliah dadakan.
“Hai…Septi…..” sapa Rommi
Rommi itu adalah cwo yang benar-benar naksir berat kepada Septi, tapi dia sampai detik ini belum sempat mengungkapkannya….
“Hai juga..” jawab Septi singkat
“Sendiri aja kamu, anak-anak mana ???” Rommi basa-basi
“Anak-anak udah pada pulang duluan tadi, katanya sih udah gak ada jam hari ini” tutur septi
“Lah, gak ada jam??? Kenapa anak-anak gak nyari aku aja !! padahal aku banyaak loh dirumah jam. Ada jam tangan, jam dinding, jam ayam juga adaa hehehe…!! Canda Rommi
“iiiiiiih maksud aku tuh jam kuliah, Rommi !!!” manja septi
Mereka tertawa lepas di taman. Entah kenapa jika didekat Rommi, septi merasa nyaman seperti halnya ia berada didekat papahnya.
“Oia, aku boleh Tanya gak ??” pecah Rommi dalam Tawa
“Bicara saja, aku siap ko dengar dan jawabnya !! memang masalahnya tentang apa ?? “ Tanya septi pada Rommi
Rommi menggit bibirnya, “Hmmmmmm, masalahnya tentang kamu …” tuturnya
“Masalah aku….?” Jawab septi pada Rommi. Sesaat Septi tertunduk lalu dalam hati ia bergumam. “Apa jangan-jangan rommi sudah tau tentang penyakitku. Tapi, aku tidak pernah cerita tentang itu semua kepada Rommi, kepada ppa saja aku tidak berani cerita, apalagi kepada Rommi.”
“Septi kamu kenapa ?” Tanya Rommi
“Hah, Tidak…Oiya, tadi kamu bilang masalah aku ?? memang kenapa sama aku rom?? “Tanya septi
“Tidak, Sebenarnya aku sudah lama mau bicara tentang ini sama kamu, tapi aku enggan, karena aku tau resikonya. Aku mohon sama kamu jangan marah ataupun menghindar dari aku.” jelas Rommi pada Septi
“memang ada apa rom…” septi bertanya ragu
“tapi, please… kamu jangan marah. “pinta Rommi
“iyaa, tapi apaa coba katakan ??? septi semakin penasaran
“sebenarnya, aku sayang kamu ??? jelas Rommi
“tapi rom ?? “potong septi
“kamu gak usah jawab sekarang,aku mau menununggu kamu sampai kamu mau membuka hati untuk aku, dan terima aku apaadanya?? “ Rommi kembali meyakinkan septi
“Besok siang aku tunggu di taman jam 11 siang ?? “tutur septi
“baiklah, apapun keputusan kamu aku bias lapang dada ! “tutur Rommi

                                                                        ****
Dipertengahan malam septi terbangun……………….
Air mata septi jatuh menetes satu persatu, kedua tangannya tengadah keatas. Berdoa lewat sujud tahajudnya, dia meminta,,,,,,
“Allahku yang maha bijaksana… ampunilah kedua orangtua, berikanlah kasih sayangMu sebagaimana dia menyayangiku diwaktu ku kecil. Allahku, begitu banyak anugerah yang engkau curahkan kepadaku, saat kecil dan saat kini ku mulai beranjak dewasa, terimakasih yaAllah. yaAllah aku mohon untuk saat ini berikan aku ketetapan Hati, aku tidak ingin membohongi perasaanku, sebenarnya aku juga suka pada Rommi, tapi aku tidak ingin bila waktunya tiba, aku menyakiti dia, menyakiti orang yang benar-benar menyayangiku. Aku mohon yaAllah berikan aku ketetapan hati, semoga keputusan ku ini benar adanya. Amin” septi terisak kembali, dia tidak dapat membendung airmatanya…
Dalam lamunan terlintas bayangan Rommi…
“yaAllah, mengapa bayangan dia lagi yang terlintas dibenak ini, astagfirullah…. Aku memjanjikan kepada dia jam 11 siang ditaman ?? jawaban apa yang harus aku berikan ?? Apakah iya atau tidak ?? jika iya, aaaaaaaaaaaaaah aku takut, aku takut disaat kebahagiaan itu datang, aku pergi meninggalkannya sendiri. Jika tidak, aku sungguh tidak dapat membohongi perasaan aku dan tidak ingin menyakiti perasaan dia. Surat, itulah satu cara dimana aku bias meyakinkan Rommi.”  Gumam septi
Tepat pukul 04.05 WIB setelah selesai sholat tahajud dan subuhnya, Septi langsung menulis surat untuk Rommi.
“Semoga saja keputusan ini baik bagi dirinya” yakin Septi

                                                            ****


Jam 11.00 siang ditaman. Siang itu Rommi menunggu Septi ditaman, tapi sampai jam 11.00 septi belum juga datang tapi Rommi tetap setia menunggu Septi. Siang itu septi merasa penyakitnya kabuh kembali, dia benar-benar tidak menyangka sakit dikepalanya itu benar-benar membuat Septi tidak berdaya.
“YaAllah…………aku mohon ijinkan aku menemui Rommi, untuk kesempatan ini saja. Hanya itu pinta ku YaAllah, walaupun kepalaku terasa sakit. Aku sudah member janji pada Rommi dan aku harus menemui Rommi” mohon Septi
“Semoga saja Rommi masih benar-benar menunggu aku” Gumamnya

                                                            ****
Setiba di Taman…..
“Rommi……….” Sahut Septi.
“Septi.. kenapa lama ??? padahal dari tadi aku menunggu kamu disini !! tapi tidak apa-apa yang pasti aku senang kamu akhirnya datang juga” Jelas Rommi
“Maafkan aku Rommi, aku hanya bisa berbuat ini sebelum akhirnya kamu menyesal !!! “Tutur septi
“ Aku sungguh tidak mengerti, apa maksud ucapan dan perbuatan kamu ini” jelas Rommi pada septi
“Rommi… aku piker jika aku datang telat menemui kamu, kamu akan bosab dan meninggalkan tempat ini, tapi ternyata kamu masih dan masih menunggu aku di sini “ Septi menangis
“Septi, hanya ketulusan yang bisa membuat aku tetap bertahan disini, aku sungguh sayang kamu. Apapun aku akan lakukan apabila hatiku berkehendak. “ Rommi meyakinkan septi
Perkataan Rommi mebuat Septi tak mampu berkata apapun, sebenarnya Septi juga ingin melakukan seperti apa yang Rommi lakukan terhadapnya.
“Septi………… jawabanmu  ?? “Tanya Rommi penasaran
Lalu septi mengeluarkan Surat dari tas nya…
“Rommi. Maafkan aku, hanya surat ini yang mewakili semua jawaban atas pertanyaanmu, aku sungguh berharap kamu akan mengerti keputusanku. “ jelasnya
Lalu septi membalikan badannya, dan berniat pergi meninggalkan Rommi dengan keputusan yang amat dia rasa berat….
“Tunggu, aku mau kamu tetap ada disini” pinta Rommi
“Tapi…….”Tolak Septi
“Aku mohon, septi “ pinta Rommi

Perlahan Rommi membuka suratnya, selembar kertas itu berisi…………


Aku tidak ingin menyakiti hatimu… sungguh
Aku berharap setelah kamu membaca surat ini , kamu akan mengerti betapa aku ingin kamu menyudahi semuanya, tapi sebelumnya terimakasih kamu sudah mau menyayangi aku, sungguh aku ucapkan terimakasih, aku tidak ingin kamu berharap lebih lagi, cukup saja menjadi teman. Terimakasih.

                                                                                    Septi aurora dermawan

Rommi menutup suratnya………..
Lalu, Rommi bertanya “kenapa, kenapa kamu tidak dapat mencintai aku septi ??
“Rom, aku tidak dapat menjawabnya ?
“Aku tidak yakin, kamu pasti bohong, kamu itu sayang aku. Aku juga tau. Aku dapat melihatnya dari matamu itu septi………. !! “yakin Rommi
“Rommi please… tolong jangan paksa aku !! “pinta septi
“ Tapi kenapa ? kenapa kamu tidak berkata jujur kepadaku septi ?? “Tanya Rommi memelas
“Rommi, aku tidak mau menyakiti hatimu…” tutur septi sambil tertunduk tidak berani menatap Rommi
“Aku tidak merasa kamu menyakiti hatiku septi, kamu kenapa ?? tolong jelaskan !
“aaaaaaaah Rommi……….” Septi terisak
“iya ada apa ??
“Sebenarnya aku merahasiakan ini semua darimu.. sebenarnya, aku mengidap penyakit kanker otak. Jujur aku tak tahu harus bagaimana lagi, sebenarnya aku juga sayang kamu. Tapi, aku tidak ingin menyakiti hatimu, aku takuuuuuuuut…. Jika akhirnya aku harus mati dan meninggalkanmu, meninggalkan semua kenangan yang telah kita ukir berdua. Aku tidak ingin itu terjadi, please, Umurku tinggal dihitung dengan hari, entah sekarang atau besok lusa. Aku sungguh tidak ingin kamu menyesal dikemudian hari.”  Septi terisak-isak air matanya melebat
“Septi….tolong lihat aku, maafkan aku septi aku tidak bermaksud membuatmu menangis, tapi ijinkan aku untuk membahagiakanmu.”
“aku tidak butuh belas kasihanmu Rommi.”
“Septi, ini bukan belas kasihan dariku, tapi ini tulus dari hatiku, karena aku sungguh sayang kamu”
Lalu perlahan Rommi memberanikan menghapus airmatanya septi yang sedari tadi menetes lebat dipipnya, kemudian dia memegang tangan septi dan memeluknya erat, dipelukan Rommi septi berkata “  aku sayang kamu Rommi, aku tidak ingin menyakiti hatimu, toloooooong bantu aku untuk terus ada disamping kamu, aku tidak ingin kebahagiaan yang ada pada diriku perlahan menjauhiku, bantu aku Rommi…..bantu aku.” Kata septi terisak.
Rommi diam membisu, pelukannya semakin erat, dia hanya berbisik pelan dalam hangatnya pelukan…
“ sungguh aku bahagia dapat menyayangi kamu, toloong jangan bicara yang lain-lain. Aku sayang kamu septi”
Mereka berdua pun saling berjanji , akan saling menyayangi dan mencinta,  karena cinta adalah sebuah ketulusan yang Tuhan beri, cinta itu anugerah dari yang Esa.

                                                                ****
Hujan mengguyur kota dimana septi tinggal………….
Dikamar septi hanya bisa termenung. “Tuhan, jika aku menggambil jalur operasi, sedikit dari memoriku pasti terlupakan. Aku tak ingin melupakan kebahagiaanku, semua kenangan indah selama hampir 18 tahun dalam perjalanan hidupku, apalagi kenangan bersama Papa dan Rommi, aku tidak ingin memori itu hilang, biarlah aku pergi. Daripada aku harus merelakan semua memoriku, memori dimana aku mengalami semua rasa, rasa yang aku alami selama aku menghela nafas di dunia ini, biarkan aku pergi asalkan aku ingat semua kenangan-kenangan yang aku lalui saat-saat dimana kebahagiaan itu datang kepadaku, daripada aku hidup tapi aku buta akan kebahagiaan, Tuhan……… tolong segeralah kau ambil nyawaku, agar tidak terlalu banyak kenangan bersama papa apalagi Rommi” sambil menangis, septi berkata demikian . tidak lama kemudian dia segera tidur dan malam itupun dia terlelap dalam balutan selimut.

                                                              ****
Siang itu Rommi mengajak septi pergi kesebuah danau yang sangat indah. Rommi emmang tahu apa yang septi suka. Tempat yang begitu indah untuk melihat pemandangan, Rommi selalu memegang tangan Septi erat. Dia mengajak sepeti duduk menghadap danau.
“Septi……….. mengapa kamu tidak mengambil jalur operasi saja???” Rommi berkata dan menatap septi sambil mengeratkan genggaman tangannya pada septi
“Aku tau rommi, operasi adalah jalan keluarnya, tapi setelah aku berfikir jauh dari itu operasi hanya akan membuat sedikit dari ingatanku hilang, aku tidak ingin memberatkan beban oranglain terutama papa, dan terlebih aku tidak ingin melupakan kenangan yang telah terukir diantara kita. Rommi aku mohon….. jangan paksa aku biarlah aku bahagia disisa-sisa hidupku, aku mau pinta sesuatu jika seandainya sepulang dari sini aku pergi meninggalkan kamu jauuuh jauuuh dan tak mungkin kembali lagi, kamu mau kan terus menyayangi aku ??? ”septi berkata lirih penyh harap
“aaah septiiii, kamu jangan berkata seperti itu.. ???  aku tidak suka…..
Tiba-tiba penyakit septi kambuh, dia berfikir mungkin hari ini adalah hari terakhir dalam hidupnya…….
“Tuhan jika benar hari ini adalah hari terakhir bagiku, aku mohon ijinkan aku pergi dalam pelukannya” pinta septi sambil menahan rasa sakitnya
“Septi…. Septi kamu kenapa sayang ?? kamu harus bertahan, aku akan segera membawa kamu kerumah sakit”
Lalu rommi menggendong septi dan menggantarnya kerumah sakit terdekat, setelah sampai, septi langsung dibawa ke ruang ICU . Rommi dengan gesitnya langsung menghubungi keluarga septi dirumah. Sesaat setelah mendengar berita dari Rommi, papa langsung mendatangi tempat dimana septi di rawat…...
Papa lalu menghampiri Rommi…………..
“Rommi, sebenarnya septi kenapa ?” Tanya papa
“ceritanya panjang om, aku juga tidak menyangka bisa separah ini. Yang jelas Septi menderita penyakit kanker otak” tutur Rommi
” Apa????? Kanker otak ????? “ sentak papa , lalu menangis
Papa sangat terpukul mendengar cerita dari Rommi. Ia seakan-akan menyalahkan dirinya sendiri, ia merasa bersalah pada mendiang isterinya. Papa benar-benar tidak habis piker, mengapa septi menutupi semua dari dirinya. Padahal ia memberi perhatian lebih untuk anak semata wayangnya itu.
“Om. Septi pernah bilang, kalau septi tidak ingin menyakiti hati orang-orang yang berada disekitarnya terutama om, sebagai papa septi.”ucap Rommi
“Rommi…. Om mengerti maksud septi seperti ini, dia sungguh anak baik. Om mohon doakan septi.” Pinta papa
“ Aku akan selalu ada untuk septi dan akan selalu mendoakan dia”
“Terimakasih Rommi, kamu telah banyak membantu om.. septi beruntung mempunyai teman seperti kamu”
“sama-sama om…” jawab Rommi
Lalu keluarlah seorang dokter dari ruangan ICU, lalu Rommi dan papa pun menghampiri dokter tersebut………
“Dokter, bagaimana keadaan anak saya ?”Tanya papa
“Keadaannya kurang baik, sepertinya dia ingin berbicara sesuatu kepada anda. Silahkan masuk !! dokter mempersilahkanya masuk
Diruang ICU…….
“Pa…..paaaaaaah…. !!! Romm…..romiiiiiiii !!!!!!!!!!!! “ Septi terbata-bata
“Iya sayang ini papa !!! “ Ucap papa pada septi
“papaaaaaah maafkan aku, aku sudah menyembunyikan penyakit ini darimu, maafkan aku papa, aku tidak ingin papa membenciku, aku sayang papa” Ucap Septi sambil terbaring lemah.
“Papa juga sayang kamu nak, papa tidak mungkin membencimu.. kamu anak papa, papa juga sayang kamu….” Jawab papa merintih
“papa aku mohon papa jangan menangis, papa harus percaya aku akan selalu bersama-sama papa. “ pinta septi
“Iya sayang papa percaya itu………”jawab papa smbil mengecup kening septi
“Romiiiiiiiiiiiiiiii………….. “cari septi
Rommi menghampiri septi lalu memegang tangannya
“aku mau, hingga waktunya tiba kau tetap berada disampingku dan memegang tanganku rom….” Kata septi lirih
“Iya septi, aku akan selalu berada disampingmu selalu…………” tutur rommi sambil meneteskan airmata.
“Tuhan………jika kau ingin cabut nyawaku, inilah saatnya Tuhan !! saat papa ada, saat Rommi dengan tulusnya memegang tanganku……Aku mohon Tuhan…..” pinta septi dalam hati sambil menahan sakit
Septi lalu menutup kedua matanya, dan melepas genggaman tangannya. Lalu dokter memeriksa kembali denyut nadi dan kedua matanya. “ Septi sudah beristirahat dengan tenang” dokter pasrah

                                                            *****
Di pemakaman……………….
“innalillahi wa innalillahi ro’jiun,
Telah berpulangnya ke Rahmatllah Septi Aurora Dermawan, pada hari ini tanggal 17 september, tepat pada hari ulangtahunnya yang ke 19 tahun. Semoga Allah Swt mengampuni dosanya dan menempatkan dirinya di tempat sebaik-baiknya dan diridhoi Allah Swt. “Tutur Ustadz yang pada saat itu berbicara mewakili keluarga Septi.
“Amin ya rabbaal a’lamiin” Serentak semua pelayat mengucapkan.
Dipemakaman disaat semua pelayat dan keluarga-keluarga septi pulang, Rommi masih menunggu sambil membawa bunga putih. Rommi tersenyum getir dengan terbata-bata dia pun memandang batu nisan yang tidak ia percayai secepat itu Septi pergi meninggalkannya padahal baru saja kebahagiaan itu menghampiri mereka berdua dalam balutan kasih-sayang dan cinta yang tulus.
“Selamat jalan sayaaaaaaaaaaaaaang………….. kehadiranmu yang sekejap mengajari aku arti hidup, aku salut akan perlawananmu terhadap penyakit kanker otak yang sudah lama diderita olehmu, semoga kita dapat bertemu kelak di surga” bisik Rommi, gagal memendung air mata.
Hati Rommi kian lara, Septi yang selama ini dia sayang dan sempat singgah dihatinya kini telah tiada pergi untuk selamanya menghadap Allah yang maha Kuasa.
“Aku tau, kamu orang baik sayaang, sehingga Allah ingin cepat-cepat menggambilmu, walau kepergianmu banyak orang yang larut dalam kesedihan tapi aku tau, kamu bahagia disana. Hari ini kamu cantik sayang, aku sayaaaang kamu sungguh” Gumam Rommi sesaat melangkahkan kakinya meninggalkan pemakaman dan menyimpan bunga mawar putih kesukaan Septi diatas tumpukan tanah tempat peristirahat Septi untuk selamanya.

                                                            ****
Malam yang kelabu………..
Rommi duduk terpaku memandang langit hitam tanpa bintang, entah apa yang dia pikirkan. Malam ini benar-benar malam yang hampa baginya, teringat dengan kotak titipan itu, memang Sebelum semua pergi meninggalkan pemakaman, Rommi mendapatkan titipan sebuah kotak dari saudara Septi entah itu isinya apa. lalu dikamar dia pun mencoba membukanya……….
Perlahan rommi membukanya, isinya hanya sepucuk surat dan diary tepat ditulis pertanggal hari Rommi mengungkapkan perasaan kepadanya.  Cepat-cepat Rommi membacanya satu persatu, hati Rommi pilu dia tidak bisa membendung air mata untuk kesekian kalinya…………


           
Terimakasih untukmu peluluh hatiku…..
Tepat hari dimana aku divonis kanker oleh dokter, aku sungguh tidak mampu untuk bertahan hidup, aku ingin pergi saja menyusul mama, tapi……. Aku ingin kuat karena aku sayang papa, setelah kepergian mama, papa satu-satunya orangtua yang selalu sayang aku, Tuhan, terimakasih atas apa yang engkau beri terlebih-lebih saat kamu seorang sahabatku yang dengan Tulus ingin mencintai aku, aaaah Rommi, kamu telah mencairkan hati aku yang beku, terimakasih telah menguatkan aku saat-saat dimana aku tidak mampu menopang beban sendiri. Mungkin saat kamu baca surat ini aku sudah tidak ada,terimakasih rommi terimakasih atas apa yang kamu curahkan untukku, maafkan aku dengan cepatnya telah membiarkan kebahagiaan kita berlalu, tapi aku mohon padamu Rom, tetap jadi Rommi yang mencinta apaadanya, dengan hati tulus dan terbuka mengagumnya, kamu orang baik pasti Allah telah menyiapkan orang yang baik pula untuk kamu. Tetap semangat Rom, aku telah tenang mungkin, karena pergi saat-saat kebahagiaan itu ada untukku, terimakasih Rommi, terimakasih…….
Percayalah, scenario hidup untukmu lebiiiih indah dengan apa yang kamu bayangkan
Dariku, orang yang sempat singgah dihatimu..

Septi aurora dermawan




cepat-cepat Rommi menutup surat itu, sungguh dia tidak kuasa untuk membacanya satu persatu. “ aku bahagia septi, aku sungguh tidak bersedih saat kamu tinggal karena aku tau kamu pergi dengan membawa kebahagiaan,  Rommi menyalakan Radio, terdengar lagu kerispatih-mengenangmu….

                                                Mengenangmu
Tak kan pernah habis air mataku
Bila ku ingat tentang dirimu
Mungkin hanya kau yang tahu
Mengapa sampai saat ini ku masih sendiri……
                        Adakah disana kau rindu padaku
                        Meski kita tkin ada di dunia berbeda
                        Bila masih mungkin waktu ku putar
                        Kan ku tunggu dirimu…..
Biarlah kusimpan..
Sampai nanti aku, kan ada disana
Kenanglah diriku dalam kedamaian
Ingatlah cintaku
Kau tak terlihat lagi
Namun cintamu abadi…..
“Mengenangmu ???”  Rommi bergumam sambil tertegun saat mendengar lagu itu. “semoga cinta kita abadi seperti apa yang dibilang lagu tadi.” Pinta Rommi saat ada bintang jatuh. 
                                                           
~ END ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar