“Hari ini tepat tanggal 9 April hari dimana mama
ulangtahun yang 35 tahun.
Selamat ulangtahun mama……..
Semoga mama disurga selalu bahagia bersama para
syuhada.
Aku disini selalu mendoakanmu ma…”
Pikiran Septi melayang…..
“Mama…..
Aku hanya ingin tahu arti sebuah cinta, benarkah
cinta itu ada ??
Aaaah, Tidak ! tidak ada yang namanya cinta, jika
cinta ada keberadaannya mengapa mama harus meninggalkan aku sendiri disini.”
Sejenak septi termenung dalam kesendiriannya.
Aku ingat ketika aku kecil dulu, mama mengajariku
merangkak, sampai akhirnya aku bisa berjalan. Betapa bahagianya mama, ketika
aku memanggil kata ma..ma ! ya, kata itulah yang membuat mama meneteskan air
matanya. Lalu mama berkata “iyaaaaaa, sayaaang, mama disini”
Ma… jika mama benar-benar sayang padaku, mengapa
mama harus pergi meninggalkan aku ???? kini aku sudah menginjak pintu
kedewasaan maa…?? Apakah mama tidak ingin mendengar cerita kedewasaanku…???
Septi terpejam. hening, damai, setetes air mata
menjatuhi pipinya. Ia menangis....
“aku ingin bertemu denganmu mah, aku ingin
memelukmu, aku sungguh merindukanmu, merindukan nasihat-nasihatmu, merindukan
dekapan halus belaianmu, merindukan semuanya darimu mama…”
Tangis septi semakin menjadi-jadi . nafasnya
tersenggal-senggal. Astagfirullahhaladzim, maafkan aku Tuhan…. Maafkan aku….
Aku hanya makhluk biasa, yang tak bisa mengelak dari semua takdir skenario
hidupMu. Maafkan aku wahai Allah yang mempunyai kekuasaan. Lalu perlahan-lahan
septi membuka matanya.
****
Siang itu septi harus chekup kesehatannya. Memang
akhir-akhir ini dia merasakan ada yang berbeda didalam tubuhnya.
Suasana hening diantrian Rumah sakit………..
“Septi Aurora Dermawan” dokter memanggilnya dengan
lantang. Lalu Septi masuk ke sebuah
ruangan setelah diperiksa dokter mempersilahkannya duduk.
“Silahkan duduk Septi” bujuk dokter
“Terima kasih dokter” kata Septi
“Hmmm.. Septi apa keluhanmu, coba ceritakan ??”
“Udah tau
sakit, malah tanya-tanya lagi” Septi terperangah, gerutunya dalam hati. Lalu ia
menjawab “Dokter, akhir-akhir ini keadaanku kurang membaik. Jika aku melakukan
aktifitas badanku lemas, terlebih-lebih kepalaku seperti mau pecah, Aku tak tau dokter, penyakit apa yang ada di
tubuhku ini. Jika tiba-tiba rasa sakitku kambuh, aku tak tau lagi dokter
sepertinya aku ingin mati saja” kata septi putus asa.
“Septi… kamu harus kuat, saya yakin kamu pasti
tegar, kamu anak baik nak !! saya tau sakitnya dibadan kamu itu sulit untuk
kamu tahan apalagi didalam usiamu yang masih muda. Hmmm Sebaiknya kamu segera
dioperasi” kata dokter perlahan bicara
Mimpi apa septi semalam. Sepertinya ia bagaikan
disambar petir diiringi panas membakar tubuhnya.
“dokter… katakan padaku dok, sebenarnya penyakit apa
yang aku derita ? “septi terisak-isak
“sulit rasanya untuk aku ucapakan, tapi ini sudah
kewajiban saya. sebenarnya penyakit yang ada ditubuhmu itu adalah kanker otak.
Sel-sel dan jaringan otakmu kini mulai merendah, sekarang kau harus ambil
keputusan , hanya operasilah jalan keluarnya.” Ujar dokter meyakinkan
“tapi dokter, apakah ada jalan terakhir selain
operasi ?? “tanya septi
“Ada, yaitu kemotherapi, tapi terapi ini sangat
kecil kemungkinannya. Karena penyakitmu sudah mulai pada titik-titik medium akhir.” Dokter menjelaskan
“Medium akhir ??? berarti hidupku sudah tidak akan
lama lagi dok..?? “Septi terisak kembali
“Hanya Tuhan yang maha mengetahui, berdoa dan tetap
semangat nak !! dokter optimis
Septi terperangah, dosa apa yang ia perbuat hingga
akhirnya dokter memvonis dia menderita penyakit kanker otak…
“mama………….seandainya, mama masih hidup mama pasti
menyemangatiku untuk situasi seperti ini, mama aku tak sanggup lagi untuk
hidup. Aku ingin menyusul mama saja disurga” kata septi dalam hati
****
Malam itu diruang tamu Septi menghampiri papa.
Memang setelah kepergian mama 5 tahun yang lalu papa mampu menghibur
kesendirian septi, papa menjadi figur yang menjadi dua karakter, seolah-olah
mama ada selalu bersama mereka.
“paa..paa…” septi terisak manja
“iyaa sayang ada apa ? kenapa kamu menangis ?? tanya
papa
“aku ingin bertanya sesuatu padamu” ujar septi
“katakan saja sayang, papa siap mendengarkan apa
saja yang akan kamu katakan nak. “ papa
menuturkan
“papa… jika papa menderita suatu penyakit, yang
penyakitnya sudah mencapai medium akhir, apakah papa akan tetap semangat
menjalani hari-hari hidup papa?? “ tanya septi
“sayaang, kamu ko bertanya seperti itu…?? Semua yang
ada didunia ini pasti mendapatkan cobaan, mereka tidak akan selamanya berada
dalam garis yang sejajar dengan kebahagian, dan yang pasti semua mahluk Tuhan
itu pasti akan kembali pada yang menciptakannya” ucap papa bijak
“aaaaah papa !!! aku tenang saat ada disampingmu “
manja septi
“sini sayang peluk papa” pinta papa
Mereka pun larut dalam kehangatan, tidak ada rasa
curiga yang terbesit dalam pikiran papa. Karena tidak ada perkiraan bahwa septi
menderita penyakit yang dapat merenggut nyawanya itu.
“sudah nak, sana tidur..sudah larut malam” ajak papa
“okeeee okeeee papa” tegas septi
Dalam kejauhan, septi memandang sosok papa yang amat
bijaksana..
“aaaaaaaah
andai papa tau apa yang ada dibenakku saat ini, aku takut penyakitku ini
perlahan-lahan merenggut kebahagiaan kita paa…” keluh septi dalam hati
****
Pagi sekali septi berangkat ke kantor. Sekitar jam
10.00 pagi septi pun pergi berangkat kuliah. Septi kuliah disalah satu
Universitas Negeri di Jakarta. Mobil yang dikendarai septi meliuk bebas
melintasi jalan-jalan jakarta. Ia memang sudah mahir mengendarai mobilnya
sendiri karena beberapa bulan lalu ia sudah menerima SIM dan STNK atas namanya.
Mobil itu pemberian dari papany saat ia menginjak umur 17 tahun.
Sesampainya di kampus ia langsung menuju kelasnya,
septi terkenal oleh teman-temannya adalah gadis baik, lugu, pendiam dan smart.
3 jam mata kuliah telah selesai. Septi langsung ketaman belakang kampus, karena
ditaman itulah septi selalu menghabiskan waktu senggangnya sebelum ada mata
kuliah dadakan.
“Hai…Septi…..” sapa Rommi
Rommi itu adalah cwo yang benar-benar naksir berat
kepada Septi, tapi dia sampai detik ini belum sempat mengungkapkannya….
“Hai juga..” jawab Septi singkat
“Sendiri aja kamu, anak-anak mana ???” Rommi
basa-basi
“Anak-anak udah pada pulang duluan tadi, katanya sih
udah gak ada jam hari ini” tutur septi
“Lah, gak ada jam??? Kenapa anak-anak gak nyari aku
aja !! padahal aku banyaak loh dirumah jam. Ada jam tangan, jam dinding, jam
ayam juga adaa hehehe…!! Canda Rommi
“iiiiiiih maksud aku tuh jam kuliah, Rommi !!!”
manja septi
Mereka tertawa lepas di taman. Entah kenapa jika
didekat Rommi, septi merasa nyaman seperti halnya ia berada didekat papahnya.
“Oia, aku boleh Tanya gak ??” pecah Rommi dalam Tawa
“Bicara saja, aku siap ko dengar dan jawabnya !!
memang masalahnya tentang apa ?? “ Tanya septi pada Rommi
Rommi menggit bibirnya, “Hmmmmmm, masalahnya tentang
kamu …” tuturnya
“Masalah aku….?” Jawab septi pada Rommi. Sesaat
Septi tertunduk lalu dalam hati ia bergumam. “Apa jangan-jangan rommi sudah tau
tentang penyakitku. Tapi, aku tidak pernah cerita tentang itu semua kepada
Rommi, kepada ppa saja aku tidak berani cerita, apalagi kepada Rommi.”
“Septi kamu kenapa ?” Tanya Rommi
“Hah, Tidak…Oiya, tadi kamu bilang masalah aku ??
memang kenapa sama aku rom?? “Tanya septi
“Tidak, Sebenarnya aku sudah lama mau bicara tentang
ini sama kamu, tapi aku enggan, karena aku tau resikonya. Aku mohon sama kamu
jangan marah ataupun menghindar dari aku.” jelas Rommi pada Septi
“memang ada apa rom…” septi bertanya ragu
“tapi, please… kamu jangan marah. “pinta Rommi
“iyaa, tapi apaa coba katakan ??? septi semakin
penasaran
“sebenarnya, aku sayang kamu ??? jelas Rommi
“tapi rom ?? “potong septi
“kamu gak usah jawab sekarang,aku mau menununggu
kamu sampai kamu mau membuka hati untuk aku, dan terima aku apaadanya?? “ Rommi
kembali meyakinkan septi
“Besok siang aku tunggu di taman jam 11 siang ??
“tutur septi
“baiklah, apapun keputusan kamu aku bias lapang dada
! “tutur Rommi
****
Dipertengahan malam septi terbangun……………….
Air mata septi jatuh menetes satu persatu, kedua
tangannya tengadah keatas. Berdoa lewat sujud tahajudnya, dia meminta,,,,,,
“Allahku yang maha bijaksana… ampunilah kedua
orangtua, berikanlah kasih sayangMu sebagaimana dia menyayangiku diwaktu ku
kecil. Allahku, begitu banyak anugerah yang engkau curahkan kepadaku, saat
kecil dan saat kini ku mulai beranjak dewasa, terimakasih yaAllah. yaAllah aku
mohon untuk saat ini berikan aku ketetapan Hati, aku tidak ingin membohongi
perasaanku, sebenarnya aku juga suka pada Rommi, tapi aku tidak ingin bila
waktunya tiba, aku menyakiti dia, menyakiti orang yang benar-benar
menyayangiku. Aku mohon yaAllah berikan aku ketetapan hati, semoga keputusan ku
ini benar adanya. Amin” septi terisak kembali, dia tidak dapat membendung
airmatanya…
Dalam lamunan terlintas bayangan Rommi…
“yaAllah, mengapa bayangan dia lagi yang terlintas
dibenak ini, astagfirullah…. Aku memjanjikan kepada dia jam 11 siang ditaman ??
jawaban apa yang harus aku berikan ?? Apakah iya atau tidak ?? jika iya,
aaaaaaaaaaaaaah aku takut, aku takut disaat kebahagiaan itu datang, aku pergi
meninggalkannya sendiri. Jika tidak, aku sungguh tidak dapat membohongi
perasaan aku dan tidak ingin menyakiti perasaan dia. Surat, itulah satu cara
dimana aku bias meyakinkan Rommi.” Gumam
septi
Tepat pukul 04.05 WIB setelah selesai sholat tahajud
dan subuhnya, Septi langsung menulis surat untuk Rommi.
“Semoga saja keputusan ini baik bagi dirinya” yakin
Septi
****
Jam 11.00 siang ditaman. Siang itu Rommi menunggu
Septi ditaman, tapi sampai jam 11.00 septi belum juga datang tapi Rommi tetap
setia menunggu Septi. Siang itu septi merasa penyakitnya kabuh kembali, dia
benar-benar tidak menyangka sakit dikepalanya itu benar-benar membuat Septi
tidak berdaya.
“YaAllah…………aku mohon ijinkan aku menemui Rommi,
untuk kesempatan ini saja. Hanya itu pinta ku YaAllah, walaupun kepalaku terasa
sakit. Aku sudah member janji pada Rommi dan aku harus menemui Rommi” mohon
Septi
“Semoga saja Rommi masih benar-benar menunggu aku”
Gumamnya
****
Setiba di Taman…..
“Rommi……….” Sahut Septi.
“Septi.. kenapa lama ??? padahal dari tadi aku
menunggu kamu disini !! tapi tidak apa-apa yang pasti aku senang kamu akhirnya
datang juga” Jelas Rommi
“Maafkan aku Rommi, aku hanya bisa berbuat ini
sebelum akhirnya kamu menyesal !!! “Tutur septi
“ Aku sungguh tidak mengerti, apa maksud ucapan dan
perbuatan kamu ini” jelas Rommi pada septi
“Rommi… aku piker jika aku datang telat menemui
kamu, kamu akan bosab dan meninggalkan tempat ini, tapi ternyata kamu masih dan
masih menunggu aku di sini “ Septi menangis
“Septi, hanya ketulusan yang bisa membuat aku tetap
bertahan disini, aku sungguh sayang kamu. Apapun aku akan lakukan apabila hatiku
berkehendak. “ Rommi meyakinkan septi
Perkataan Rommi mebuat Septi tak mampu berkata
apapun, sebenarnya Septi juga ingin melakukan seperti apa yang Rommi lakukan
terhadapnya.
“Septi………… jawabanmu
?? “Tanya Rommi penasaran
Lalu septi mengeluarkan Surat dari tas nya…
“Rommi. Maafkan aku, hanya surat ini yang mewakili
semua jawaban atas pertanyaanmu, aku sungguh berharap kamu akan mengerti
keputusanku. “ jelasnya
Lalu septi membalikan badannya, dan berniat pergi
meninggalkan Rommi dengan keputusan yang amat dia rasa berat….
“Tunggu, aku mau kamu tetap ada disini” pinta Rommi
“Tapi…….”Tolak Septi
“Aku mohon, septi “ pinta Rommi
Aku
tidak ingin menyakiti hatimu… sungguh
Aku
berharap setelah kamu membaca surat ini , kamu akan mengerti betapa aku
ingin kamu menyudahi semuanya, tapi sebelumnya terimakasih kamu sudah mau
menyayangi aku, sungguh aku ucapkan terimakasih, aku tidak ingin kamu
berharap lebih lagi, cukup saja menjadi teman. Terimakasih.
Septi
aurora dermawan
|
Lalu, Rommi bertanya “kenapa, kenapa kamu tidak
dapat mencintai aku septi ??
“Rom, aku tidak dapat menjawabnya ?
“Aku tidak yakin, kamu pasti bohong, kamu itu sayang
aku. Aku juga tau. Aku dapat melihatnya dari matamu itu septi………. !! “yakin
Rommi
“Rommi please… tolong jangan paksa aku !! “pinta
septi
“ Tapi kenapa ? kenapa kamu tidak berkata jujur
kepadaku septi ?? “Tanya Rommi memelas
“Rommi, aku tidak mau menyakiti hatimu…” tutur septi
sambil tertunduk tidak berani menatap Rommi
“Aku tidak merasa kamu menyakiti hatiku septi, kamu
kenapa ?? tolong jelaskan !
“aaaaaaaah Rommi……….” Septi terisak
“iya ada apa ??
“Sebenarnya aku merahasiakan ini semua darimu..
sebenarnya, aku mengidap penyakit kanker otak. Jujur aku tak tahu harus
bagaimana lagi, sebenarnya aku juga sayang kamu. Tapi, aku tidak ingin
menyakiti hatimu, aku takuuuuuuuut…. Jika akhirnya aku harus mati dan
meninggalkanmu, meninggalkan semua kenangan yang telah kita ukir berdua. Aku
tidak ingin itu terjadi, please, Umurku tinggal dihitung dengan hari, entah
sekarang atau besok lusa. Aku sungguh tidak ingin kamu menyesal dikemudian
hari.” Septi terisak-isak air matanya
melebat
“Septi….tolong lihat aku, maafkan aku septi aku
tidak bermaksud membuatmu menangis, tapi ijinkan aku untuk membahagiakanmu.”
“aku tidak butuh belas kasihanmu Rommi.”
“Septi, ini bukan belas kasihan dariku, tapi ini
tulus dari hatiku, karena aku sungguh sayang kamu”
Lalu perlahan Rommi memberanikan menghapus
airmatanya septi yang sedari tadi menetes lebat dipipnya, kemudian dia memegang
tangan septi dan memeluknya erat, dipelukan Rommi septi berkata “ aku sayang kamu Rommi, aku tidak ingin
menyakiti hatimu, toloooooong bantu aku untuk terus ada disamping kamu, aku
tidak ingin kebahagiaan yang ada pada diriku perlahan menjauhiku, bantu aku
Rommi…..bantu aku.” Kata septi terisak.
Rommi diam membisu, pelukannya semakin erat, dia
hanya berbisik pelan dalam hangatnya pelukan…
“ sungguh aku bahagia dapat menyayangi kamu, toloong
jangan bicara yang lain-lain. Aku sayang kamu septi”
Mereka berdua pun saling berjanji , akan saling
menyayangi dan mencinta, karena cinta
adalah sebuah ketulusan yang Tuhan beri, cinta itu anugerah dari yang Esa.
****
Hujan
mengguyur kota dimana septi tinggal………….
Dikamar septi hanya bisa termenung. “Tuhan, jika aku
menggambil jalur operasi, sedikit dari memoriku pasti terlupakan. Aku tak ingin
melupakan kebahagiaanku, semua kenangan indah selama hampir 18 tahun dalam
perjalanan hidupku, apalagi kenangan bersama Papa dan Rommi, aku tidak ingin
memori itu hilang, biarlah aku pergi. Daripada aku harus merelakan semua
memoriku, memori dimana aku mengalami semua rasa, rasa yang aku alami selama
aku menghela nafas di dunia ini, biarkan aku pergi asalkan aku ingat semua
kenangan-kenangan yang aku lalui saat-saat dimana kebahagiaan itu datang
kepadaku, daripada aku hidup tapi aku buta akan kebahagiaan, Tuhan……… tolong
segeralah kau ambil nyawaku, agar tidak terlalu banyak kenangan bersama papa
apalagi Rommi” sambil menangis, septi berkata demikian . tidak lama kemudian
dia segera tidur dan malam itupun dia terlelap dalam balutan selimut.
****
Siang itu Rommi mengajak septi pergi kesebuah danau
yang sangat indah. Rommi emmang tahu apa yang septi suka. Tempat yang begitu
indah untuk melihat pemandangan, Rommi selalu memegang tangan Septi erat. Dia
mengajak sepeti duduk menghadap danau.
“Septi……….. mengapa kamu tidak mengambil jalur
operasi saja???” Rommi berkata dan menatap septi sambil mengeratkan genggaman
tangannya pada septi
“Aku tau rommi, operasi adalah jalan keluarnya, tapi
setelah aku berfikir jauh dari itu operasi hanya akan membuat sedikit dari
ingatanku hilang, aku tidak ingin memberatkan beban oranglain terutama papa,
dan terlebih aku tidak ingin melupakan kenangan yang telah terukir diantara
kita. Rommi aku mohon….. jangan paksa aku biarlah aku bahagia disisa-sisa
hidupku, aku mau pinta sesuatu jika seandainya sepulang dari sini aku pergi
meninggalkan kamu jauuuh jauuuh dan tak mungkin kembali lagi, kamu mau kan
terus menyayangi aku ??? ”septi berkata lirih penyh harap
“aaah septiiii, kamu jangan berkata seperti itu..
??? aku tidak suka…..
Tiba-tiba penyakit septi kambuh, dia berfikir
mungkin hari ini adalah hari terakhir dalam hidupnya…….
“Tuhan jika benar hari ini adalah hari terakhir
bagiku, aku mohon ijinkan aku pergi dalam pelukannya” pinta septi sambil
menahan rasa sakitnya
“Septi…. Septi kamu kenapa sayang ?? kamu harus
bertahan, aku akan segera membawa kamu kerumah sakit”
Lalu rommi menggendong septi dan menggantarnya
kerumah sakit terdekat, setelah sampai, septi langsung dibawa ke ruang ICU .
Rommi dengan gesitnya langsung menghubungi keluarga septi dirumah. Sesaat
setelah mendengar berita dari Rommi, papa langsung mendatangi tempat dimana
septi di rawat…...
Papa lalu menghampiri Rommi…………..
“Rommi, sebenarnya septi kenapa ?” Tanya papa
“ceritanya panjang om, aku juga tidak menyangka bisa
separah ini. Yang jelas Septi menderita penyakit kanker otak” tutur Rommi
” Apa????? Kanker otak ????? “ sentak papa , lalu
menangis
Papa sangat terpukul mendengar cerita dari Rommi. Ia
seakan-akan menyalahkan dirinya sendiri, ia merasa bersalah pada mendiang
isterinya. Papa benar-benar tidak habis piker, mengapa septi menutupi semua
dari dirinya. Padahal ia memberi perhatian lebih untuk anak semata wayangnya
itu.
“Om. Septi pernah bilang, kalau septi tidak ingin
menyakiti hati orang-orang yang berada disekitarnya terutama om, sebagai papa
septi.”ucap Rommi
“Rommi…. Om mengerti maksud septi seperti ini, dia
sungguh anak baik. Om mohon doakan septi.” Pinta papa
“ Aku akan selalu ada untuk septi dan akan selalu
mendoakan dia”
“Terimakasih Rommi, kamu telah banyak membantu om.. septi beruntung mempunyai teman seperti kamu”
“Terimakasih Rommi, kamu telah banyak membantu om.. septi beruntung mempunyai teman seperti kamu”
“sama-sama om…” jawab Rommi
Lalu keluarlah seorang dokter dari ruangan ICU, lalu
Rommi dan papa pun menghampiri dokter tersebut………
“Dokter, bagaimana keadaan anak saya ?”Tanya papa
“Keadaannya kurang baik, sepertinya dia ingin berbicara
sesuatu kepada anda. Silahkan masuk !! dokter mempersilahkanya masuk
Diruang ICU…….
“Pa…..paaaaaaah…. !!! Romm…..romiiiiiiii
!!!!!!!!!!!! “ Septi terbata-bata
“Iya sayang ini papa !!! “ Ucap papa pada septi
“papaaaaaah maafkan aku, aku sudah menyembunyikan
penyakit ini darimu, maafkan aku papa, aku tidak ingin papa membenciku, aku
sayang papa” Ucap Septi sambil terbaring lemah.
“Papa juga sayang kamu nak, papa tidak mungkin
membencimu.. kamu anak papa, papa juga sayang kamu….” Jawab papa merintih
“papa aku mohon papa jangan menangis, papa harus
percaya aku akan selalu bersama-sama papa. “ pinta septi
“Iya sayang papa percaya itu………”jawab papa smbil
mengecup kening septi
“Romiiiiiiiiiiiiiiii………….. “cari septi
Rommi menghampiri septi lalu memegang tangannya
“aku mau, hingga waktunya tiba kau tetap berada
disampingku dan memegang tanganku rom….” Kata septi lirih
“Iya septi, aku akan selalu berada disampingmu
selalu…………” tutur rommi sambil meneteskan airmata.
“Tuhan………jika kau ingin cabut nyawaku, inilah
saatnya Tuhan !! saat papa ada, saat Rommi dengan tulusnya memegang
tanganku……Aku mohon Tuhan…..” pinta septi dalam hati sambil menahan sakit
Septi lalu menutup kedua matanya, dan melepas
genggaman tangannya. Lalu dokter memeriksa kembali denyut nadi dan kedua
matanya. “ Septi sudah beristirahat dengan tenang” dokter pasrah
*****
Di pemakaman……………….
“innalillahi wa innalillahi ro’jiun,
Telah berpulangnya ke Rahmatllah Septi Aurora
Dermawan, pada hari ini tanggal 17 september, tepat pada hari ulangtahunnya
yang ke 19 tahun. Semoga Allah Swt mengampuni dosanya dan menempatkan dirinya
di tempat sebaik-baiknya dan diridhoi Allah Swt. “Tutur Ustadz yang pada saat
itu berbicara mewakili keluarga Septi.
“Amin ya rabbaal a’lamiin” Serentak semua pelayat
mengucapkan.
Dipemakaman disaat semua pelayat dan
keluarga-keluarga septi pulang, Rommi masih menunggu sambil membawa bunga
putih. Rommi tersenyum getir dengan terbata-bata dia pun memandang batu nisan
yang tidak ia percayai secepat itu Septi pergi meninggalkannya padahal baru
saja kebahagiaan itu menghampiri mereka berdua dalam balutan kasih-sayang dan
cinta yang tulus.
“Selamat jalan sayaaaaaaaaaaaaaang………….. kehadiranmu
yang sekejap mengajari aku arti hidup, aku salut akan perlawananmu terhadap
penyakit kanker otak yang sudah lama diderita olehmu, semoga kita dapat bertemu
kelak di surga” bisik Rommi, gagal memendung air mata.
Hati Rommi kian lara, Septi yang selama ini dia
sayang dan sempat singgah dihatinya kini telah tiada pergi untuk selamanya menghadap
Allah yang maha Kuasa.
“Aku tau, kamu orang baik sayaang, sehingga Allah
ingin cepat-cepat menggambilmu, walau kepergianmu banyak orang yang larut dalam
kesedihan tapi aku tau, kamu bahagia disana. Hari ini kamu cantik sayang, aku
sayaaaang kamu sungguh” Gumam Rommi sesaat melangkahkan kakinya meninggalkan
pemakaman dan menyimpan bunga mawar putih kesukaan Septi diatas tumpukan tanah
tempat peristirahat Septi untuk selamanya.
****
Malam yang kelabu………..
Rommi duduk terpaku memandang langit hitam tanpa
bintang, entah apa yang dia pikirkan. Malam ini benar-benar malam yang hampa
baginya, teringat dengan kotak titipan itu, memang Sebelum semua pergi
meninggalkan pemakaman, Rommi mendapatkan titipan sebuah kotak dari saudara
Septi entah itu isinya apa. lalu dikamar dia pun mencoba membukanya……….
Perlahan rommi membukanya, isinya hanya sepucuk
surat dan diary tepat ditulis pertanggal hari Rommi mengungkapkan perasaan
kepadanya. Cepat-cepat Rommi membacanya
satu persatu, hati Rommi pilu dia tidak bisa membendung air mata untuk kesekian
kalinya…………
Terimakasih
untukmu peluluh hatiku…..
Tepat hari dimana aku divonis kanker oleh dokter, aku
sungguh tidak mampu untuk bertahan hidup, aku ingin pergi saja menyusul
mama, tapi……. Aku ingin kuat karena aku sayang papa, setelah kepergian
mama, papa satu-satunya orangtua yang selalu sayang aku, Tuhan, terimakasih
atas apa yang engkau beri terlebih-lebih saat kamu seorang sahabatku yang
dengan Tulus ingin mencintai aku, aaaah Rommi, kamu telah mencairkan hati
aku yang beku, terimakasih telah menguatkan aku saat-saat dimana aku tidak
mampu menopang beban sendiri. Mungkin saat kamu baca surat ini aku sudah
tidak ada,terimakasih rommi terimakasih atas apa yang kamu curahkan untukku,
maafkan aku dengan cepatnya telah membiarkan kebahagiaan kita berlalu, tapi
aku mohon padamu Rom, tetap jadi Rommi yang mencinta apaadanya, dengan hati
tulus dan terbuka mengagumnya, kamu orang baik pasti Allah telah menyiapkan
orang yang baik pula untuk kamu. Tetap semangat Rom, aku telah tenang
mungkin, karena pergi saat-saat kebahagiaan itu ada untukku, terimakasih
Rommi, terimakasih…….
Percayalah, scenario hidup untukmu lebiiiih indah dengan
apa yang kamu bayangkan
Dariku, orang yang sempat singgah dihatimu.. Septi aurora dermawan |
cepat-cepat Rommi menutup surat itu, sungguh dia
tidak kuasa untuk membacanya satu persatu. “ aku bahagia septi, aku sungguh
tidak bersedih saat kamu tinggal karena aku tau kamu pergi dengan membawa
kebahagiaan, Rommi menyalakan Radio,
terdengar lagu kerispatih-mengenangmu….
Mengenangmu
Tak kan pernah habis air mataku
Bila ku ingat tentang dirimu
Mungkin hanya kau yang tahu
Mengapa sampai saat ini ku masih sendiri……
Adakah
disana kau rindu padaku
Meski
kita tkin ada di dunia berbeda
Bila
masih mungkin waktu ku putar
Kan
ku tunggu dirimu…..
Biarlah kusimpan..
Sampai nanti aku, kan ada disana
Kenanglah diriku dalam kedamaian
Ingatlah cintaku
Kau tak terlihat lagi
Namun cintamu abadi…..
“Mengenangmu ???”
Rommi bergumam sambil tertegun saat mendengar lagu itu. “semoga cinta
kita abadi seperti apa yang dibilang lagu tadi.” Pinta Rommi saat ada bintang
jatuh.
~
END ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar